Sabtu, 27 November 2010

mesin 5

1) Pahat bentuk
Pahat bentuk digunakan untuk membentuk benda kerja sesuai
bentuk permukaan yang diharapkan, salah satu contohnya
adalah pahat yang ujungnya beradius.
Pahat bentuk yang lain adalah berbentuk pesegi, biasanya untuk
membuat alur pada benda silinder.
Gambar 1 : Pahat bentuk radius
12
2) Pahat Ulir
Pahat ulir digunakan untuk membuat ulir, baik ulir tunggal
maupun ganda. Bentuk pahat ulir harus sesuai dengan bentuk
ulir yang diinginkan. Untuk itu diperlukan pengasahan pahat
sesuai dengan mal ulirnya. Pahat ulir tidak mermpunyai sudut
tatal, permukaannya rata dengan ujung beradius sesuai radius
kaki ulir yang besarnya tergantung besar kisar ulirnya. Di bawah
ini ilustrasi pahat ulir segi tiga dan ulir segi empat.
Gambar 2 : Pahat ulir segi tiga
13
Gambar 3 : Pahat ulir segi empat.
3) Pahat dalam
Pahat dalam digunakan untuk membubut bagian dalam silinder
atau membuat lubang sejajar sumbu. Pahat dalam baik untuk
bubut rata maupun ulir memerlukan batang pemegang yang
ukuran diameternya lebih kecil dibanding diameter dalam dari
lubang yang dibuat.
Gambar 4: Pahat dalam
14
c. Rangkuman 2
1) Pahat bentuk disesuaikan dengan bentuk permukaan benda kerja
yang akan dibuat
2) Pahat ulir tidak mempunyai sudut tatal dan bentuknya sesuai
bentuk ulir yang diinginkan
3) Pahat dalam digunakan untuk membuat lubang dan ulir dalam
dari benda kerja.
d. Tugas 2
Siapkan berbagai bentuk pahat yang tersedia di bengkel bubut,
amati setiap perbedaan bentuknya dan catat .
e. Tes Formatif 2
1) Mengapa ujung pahat dibuat radius pada pahat bentuk radius ?
2) Bagian mana yang menunjukkan pahat ulir untuk membuat ulir
segitiga ?
3) Mengapa batang pemegang pahat dalam diameternya lebih kecil
dibanding diameter dalam yang akan dibuat ?
f. Kunci Jawaban 2
1) Karena ujung pahat bentuk dibuat sesuai dengan bentuk
permukaan benda kerja yang diinginkan. Untuk permukaan
beradius maka ujung pahat bentuk dibuat radius.
2) Pada bagian ujung pemakanan pahatnya
3) Karena batang pemegang pahat harus membawa pahat masuk
kedalam lubang yang dibuat
15
g. Lembar Kerja 2
Alat dan Bahan
1) Mesin bubut
2) Pahat bubut lengkap (berbagai bentuk)
3) Alat tulis
Keselamatan Kerja
1) Gunakan pakaian praktek
2) Ikuti petunjuk yang telah dijelaskan
3) Jangan bertindak diluar prosedur yang telah ditetapkan
4) Pinjam dan kembalikan peralatan sesuai daftar
Langkah Kerja
1) Siapkan peralatan yang diperlukan, termasuk peminjaman alat
2) Amati dan catat spesifikasi pahat bubutnya
3) Amati dan catat peralatan bubut yang digunakan untuk
pembubutan komplek
4) Buat laporan kerja hasil pengamatan
16
3. Kegiatan Belajar 3
Membubut Komplek
a. Tujuan Pemelajaran 3
1) Peserta diklat dapat membubut ulir luar dan dalam
2) Peserta diklat dapat membubut tirus
3) Peserta diklat dapat membubut eksentrik
4) Peserta diklat dapat membubut benda panjang
5) Peserta diklat dapat membubut menggunakan face plate
b. Uraian Materi 3
1) Membubut ulir luar dan dalam
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, bentuk (grove), dan pahat ulir
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut. Ujung pahat harus
setinggi pusat sumbu benda kerja, selanjutnya setel posisi pahat
dengan alat pengukur kedudukan (lihat gambar)
Gambar 5: Ulir luar Gambar 6: Ulir dalam
17
Gambar 7: Pemasangan pahat ulir, setinggi sumbu benda kerja
Gambar 8: Pengukur kedudukan dan penyetelan pahat ulir luar dan
dalam
Langkah Kerja
- Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter mayor ulir,
gunakan pahat kasar
- Ganti pahat dengan pahat bentuk.
- Bubut bagian akhir ulir dengan pahat bentuk (membuat grove)
- Ganti pahat dengan pahat ulir
- Buat uliran awal sesuai dengan bagian ulir yang dikehendaki,
tempatkan pahat pada ujung benda kerja kurang lebih 0,5 mm
dari benda kerjanya, majukan pahat sedikit menggores benda
kerja.
18
- Bubut bagian ulir yang dibuang sepanjang yang diinginkan.
Pada akhir pemotongan, undurkan pahat dan matikan mesin.
Jangan sampai menabrak bagian lain benda kerja.
- Tempatkan pahat pada posisi awal sebelum pemotongan
dengan memutar benda kerja searah jarum jam
Gambar 9: Proses penguliran, bubut ulir luar
Gambar 10: Proses penguliran, bubut ulir dalam
19
- Periksa hasil ulirannya , bila sesuai dimensi yang diinginkan
lanjutkan dengan bubut ulir sebenarnya.
- Ulangi langkah pembubutan di atas, sebelumnya majukan pahat
sesuai dengan ketebalan pemakanan, selesaikan sampai dengan
kedalaman ulir yang ditentukan.
- Periksa hasil uliran.
2) Membubut tirus
Membubut tirus dapat dilaksanakan dengan beberapa cara, cara
yang paling mudah adalah dengan tambahan alat bubut taper,
akan tetapi cara ini selain membutuhkan kelengkapan juga harus
memasang perlengkapan tersebut pada meja eretan. Cara biasa
adalah dengan memiringkan eretan atas dan memajukan eretan
sebagai langkah pemakanan, khususnya untuk benda tirus yang
pendek.
Gambar 11: Bubut tirus, memiringkan eretan atas
Cara yang lain adalah dengan membubut antara dua senter dan
menggeser posisi kepala lepas sesuai dengan tinggi kemiringan
yang diinginkan.
20
Gambar 12 : Bubut tirus, dua senter
Gambar 13 : Penggeseran posisi kepala lepas
Untuk menghitung pergeseran kepala lepas (a), dicari dengan
rumus
a = ( D – d ) / 2
D = diameter besar
d = diameter kecil
21
Karena keterbatasan sentuhan senter tetap dengan lubang senter
pada benda keja , maka harga pergeseran “a” tidak lebih dari 1/50
panjang benda kerjanya.
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
- Penyetelan kemiringan sudut pada eretan atas (benda kerja
pendek) atau pergeseran kepala lepas (benda kerja panjang).
Langkah Kerja
- Bubut bagian muka benda kerja untuk menentukan titik awal
kemiringan
- Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter terbesar
yang diinginkan, gunakan pahat kasar
- Rubah posisi pahat atau posisi kepala lepas untuk menentukan
sudut kemiringannya
- Bubut bagian tirusnya
- Periksa kebenaran sisi dan sudut ketirusannya
- Ganti pahat dengan pahat finishing.
- Periksa hasil ketirusannya.
22
3) Membubut Eksentrik
Membubut eksentrik tirus dapat dilaksanakan dengan beberapa
cara,
? Pergeseran senter
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
Gambar 14: Pemasangan benda kerja, bubut eksentrik
Langkah Kerja
- Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati
diameter terbesar dan panjang yang diinginkan.
- Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan
sisi penandaan pergeseran senter.
- Buat pergeseran senternya pada dua sisi penampang benda
kerja
23
Pemberian tanda untuk pergeseran senternya pada kedua
sisi penampangnya
Posisi senter A untuk pembubutan pertama
Posisi senter B untuk pembubutan kedua
- Tempatkan benda kerja dengan penjepitan dua senter
- Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter terbesar
yang diinginkan
- Ganti penjepitan benda kerja dengan senter yang kedua
- Bubut bagian eksentriknya
- Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat
? Chuck empat (independent chuck)
A
B
24
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
Gambar 15: Chuck kepala empat dan pemasangan benda kerja
Langkah Kerja
- Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati
diameter terbesar dan panjang yang diinginkan.
- Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan
sisi penandaan pergeseran senter.
25
- Buat pergeseran senternya pada satu sisi penampang benda
kerja
- Tempatkan benda kerja pada chuck empat, atur sesuai posisi
senter utama
- Bubut benda kerja sesuai dimensi yang diinginkan
- Atur benda kerja dengan merubah posisi penjepitan sesuai
sumbu eksentriknya, gunakan pointer untuk membantu
pergeserannya.
- Bubut bagian eksentriknya
- Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat
26
4) Membubut Benda Panjang
Membubut benda panjang memerlukan peralatan tambahan.
Peralatan tambahan yang sering digunakan adalah kaca mata
tetap (stationery steady rests ) dan kaca mata jalan (stationery
steady traveling).
Kacamata tetap dan jalan digunakan untuk mendukung benda
kerja panjang, sehingga kelenturan benda kerja akibat tekanan
pemakanan saat dibubut dapat dikurangi. Apabila tidak dijaga,
maka benda kerja cenderung tirus atau tidak merata
kesilindrisannya.
Gambar 16: A= Kaca mata tetab; B = Kaca mata jalan
Pemakaian kacamata jalan (traveling steady rest) dapat dilihat
seperti gambar di bawah ini.
A B
27
Gambar 17: Penggunaan kaca mata jalan
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat yang akan digunakan
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
Langkah Kerja
- Pasang kacamata pada meja mesin
- Jepit benda kerja pada kepala tetap.
- Atur benda kerja agar tersangga pada kacamatnya
- Bila diperlukan jepit dengan senter jalan pada ujung yang lain
- Benda kerja siap dibubut
28
5) Membubut dengan Faceplate
Membubut dengan Faceplate adalah membubut benda kerja yang
bentuknya tidak beraturan sehingga sulit bila menggunakan
penjepitan atau pencekaman dengan cara-cara yang telah
dibahas sebelumnya.
Gambar 18: Face plate
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat yang akan digunakan
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
- Pemasangan benda kerja pada faceplate. Bila diperlukan
gunakan angel plate dan v-block.
29
Langkah Kerja
- Lepas kepala tetap dari mesin bubut.
- Pasang faceplate sebagai pengganti kepala tetap
- Atur posisi penjepitan benda kerja pada permukaan faceplate
- Gunakan lubang dan alur yang tersedia pada faceplate untuk
baut-baut penjepitnya
- Atur posisi bagian benda kerja yang akan dibubut sesuai dengan
titik senter mesin
- Benda kerja siap dibubut.
c. Rangkuman 3
- Alat potong kerja bubut komplek dipilih sesuai bentuk benda
kerja yang diinginkan.
- Kerja bubut komplek antara lain, bubut Ulir, bubut Tirus, bubut
Eksentrik, bubut benda penjang, dan bubut dengan face plate.
d. Tugas 3
- Siapkan perangkat pahat untuk membuat ulir, membuat tirus,
membuat poros eksentrik dari pembubutan awal sampai akhir
- Urutakan pemakaian pahat dari masing-masing pembubutan
tersebut, catat dan buat laporannya.
e. Tes Formatif 1
Kerjakan pada mesin bubut yang tersedia, sesuai dengan dimensi,
bentuk dan ketentuan gambar kerjanya.
(Draft gambar soal) toleransi umum ± 0.05
30
1). Bubut Ulir
2) Bubut Tirus
3) Bubut Eksentrik
4
Ø 30
Ø 20
M 22
70
50
4
Ø 32
Ø 20
22
70
50
Ø 20
Ø 28
50
30
4
Ø 30
4
Ø 20
Ø 40
31
4) Bubut Benda Panjang
5) Bubut Benda Tidak Beraturan ( Bubut Dalam )
f. Kunci Jawaban
Sesuai standar penilaian latihan benda kerja di bengkel
g. Langkah Kerja
1) Pelajari gambar kerjanya
2) Gunakan pakaian keselamatan kerja
3) Lakukan langkah kerja sesuai dengan langkah kerja yang telah
dibahas
Periksakan setiap hasil latihan benda kerja !
Ø 38
Ø 40
30
350
Ø 40
35
32
LEMBAR PENILAIAN
BUBUT KOMPLEKS
Nama Job : BUBUT ULIR
Nama Siswa : ...........................................
Nomor Siswa : ...........................................
Bobot Evaluasi Rentan
g Skor
Skor Jumla
h
Proses
1. Pemasangan alat 1-5
2. Prosedur 1-5
3. Keselamatan kerja 1-5
20 %
4. Perawatan alat 1-5
Hasil Bubutan
1. Panjang 70 **) 7,5
2. Panjang 50 **) 7,5
3. Celah 4 **) 2,5
4. M 22 *) 15
5. Diameter 20 **) 10
6. Diameter 22 **) 10
7. Diameter 30 **) 7,5
8. Kehalusan 2-5
70 %
9. Kerataan 2-5
Waktu
1. Sesuai alokasi waktu 8
2. Lebih cepat 10
10 %
3. Lebih lambat 6
100 % Total Skor
Keterangan :
*) Menggunakan GO / NO GO
**) Penilaian ditentukan dengan :
- Masuk pada daerah toleransi = skor maksimum x 100 %
- Perbaikan = skor maksimum x 80 %
- Gagal = skor 0
33
LEMBAR PENILAIAN
BUBUT KOMPLEK
Nama Job : BUBUT TIRUS
Nama Siswa : ...........................................
Nomor Siswa : ...........................................
Bobot Evaluasi Rentang
Skor
Skor Jumlah
Proses
1. Pemasangan alat 1-5
2. Prosedur 1-5
3. Keselamatan kerja 1-5
20 %
4. Perawatan alat 1-5
Hasil Bubutan
1. Panjang 70 **) 7,5
2. Panjang 50 **) 7,5
3. Celah 4 **) 2,5
4. Diameter 32 **) 5
5. Diameter 20 **) 7,5
6. Diameter 28 **)
(bag.tirus)
15
7. Diameter 20 **)
(bag.tirus)
15
8. Kehalusan 2-5
70 %
9. Kerataan 2-5
Waktu
1. Sesuai alokasi waktu 8
2. Lebih cepat 10
10 %
3. Lebih lambat 6
100 % Total Skor
Keterangan :
*) Menggunakan GO / NO GO
**) Penilaian ditentukan dengan :
- Masuk pada daerah toleransi = skor maksimum x 100 %
- Perbaikan = skor maksimum x 80 %
- Gagal = skor 0
34
LEMBAR PENILAIAN
BUBUT KOMPLEKS
Nama Job : BUBUT EKSENTRIK
Nama Siswa : ...........................................
Nomor Siswa : ...........................................
Bobot Evaluasi Rentang
Skor
Skor Jumlah
Proses
1. Pemasangan alat 1-5
2. Prosedur 1-5
3. Keselamatan kerja 1-5
20 %
4. Perawatan alat 1-5
Hasil Bubutan
1. Panjang 50 **) 7,5
2. Panjang 30 **) 7,5
3. Celah 4 **) 5
4. Diameter 40 **) 15
5. Diameter 30 **) 15
6. Diameter 20 **) 10
7. Kehalusan 2-5
70 %
8. Kerataan 2-5
Waktu
1. Sesuai alokasi waktu 8
2. Lebih cepat 10
10 %
3. Lebih lambat 6
100 % Total Skor
Keterangan :
*) Menggunakan GO / NO GO
**) Penilaian ditentukan dengan :
- Masuk pada daerah toleransi = skor maksimum x 100 %
- Perbaikan = skor maksimum x 80 %
- Gagal = skor 0
35
LEMBAR PENILAIAN
BUBUT KOMPLEKS
Nama Job : BUBUT BENDA PANJANG
Nama Siswa : ...........................................
Nomor Siswa : ...........................................
Bobot Evaluasi Rentang
Skor
Skor Jumlah
Proses
1. Pemasangan alat 1-5
2. Prosedur 1-5
3. Keselamatan kerja 1-5
20 %
4. Perawatan alat 1-5
Hasil Bubutan
1. Panjang 350 **) 20
2. Panjang 30 **) 10
3. Diameter 40 **) 15
4. Diameter 38 **) 15
5. Kehalusan 2-5
70 %
6. Kerataan 2-5
Waktu
1. Sesuai alokasi waktu 8
2. Lebih cepat 10
10 %
3. Lebih lambat 6
100 % Total Skor
Keterangan :
*) Menggunakan GO / NO GO
**) Penilaian ditentukan dengan :
- Masuk pada daerah toleransi = skor maksimum x 100 %
- Perbaikan = skor maksimum x 80 %
- Gagal = skor 0
36
LEMBAR PENILAIAN
BUBUT KOMPLEK
Nama Job : BUBUT BENDA TIDAK BERATURAN
Nama Siswa : ...........................................
Nomor Siswa : ...........................................
Bobot Evaluasi Rentang
Skor
Skor Jumlah
Proses
1. Pemasangan alat 1-5
2. Prosedur 1-5
3. Keselamatan kerja 1-5
20 %
4. Perawatan alat 1-5
Hasil Bubutan
1. Panjang 35 **) 20
2. Diameter 40 **) 40
3. Kehalusan 2-5
70 %
4. Kerataan 2-5
Waktu
1. Sesuai alokasi waktu 8
2. Lebih cepat 10
10 %
3. Lebih lambat 6
100 % Total Skor
Keterangan :
*) Menggunakan GO / NO GO
**) Penilaian ditentukan dengan :
- Masuk pada daerah toleransi = skor maksimum x 100 %
- Perbaikan = skor maksimum x 80 %
- Gagal = skor 0
37
BAB III
EVALUASI
A. SOAL
Kerjakan pembubutan benda kerja sesuai dengan gambar kerjanya,
toleransi umum ± 0.05
B. KUNCI JAWABAN
Sesuai standar penilaian latihan benda kerja di bengkel ( lihat lembar
penilaian )
C. KRITERIA KELULUSAN
70 – 79 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
40 40
35
4
M 20
Ø 50
Ø 20
Ø 30
30
38
LEMBAR PENILAIAN
BUBUT KOMPLEKs
Nama Job : EVALUASI BUBUT KOMPLEK
Nama Siswa : ...........................................
Nomor Siswa : ...........................................
Bobot Evaluasi Rentang
Skor Skor Jumlah
Proses
1. Pemasangan alat 1-5
2. Prosedur 1-5
3. Keselamatan kerja 1-5
20 %
4. Perawatan alat 1-5
Hasil Bubutan
1. Panjang 40 **) 10
2. Panjang 30 **) 10
3. Panjang 35 **) 10
4. Celah 4 **) 5
5. M 20 *) 15
6. Diameter 50 **) 10
7. Diameter 30 **) 15
8. Diameter 35 **) 15
9. Kehalusan 2-5
70 %
10. Kerataan 2-5
Waktu
1. Sesuai alokasi waktu 8
2. Lebih cepat 10
10 %
3. Lebih lambat 6
100 % Total Skor
Keterangan :
*) Menggunakan GO / NO GO
**) Penilaian ditentukan dengan :
- Masuk pada daerah toleransi = skor maksimum x 100 %
- Perbaikan = skor maksimum x 80 %
- Gagal = skor 0

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar